🌏

Peta Lingkungan Indonesia

Pemantauan data terbuka

Lapisan Data

pilih satu

Tanggal Data SiTMAT

SiTMAT menyimpan riwayat harian. Geser mundur untuk melihat gambut mengering sepanjang musim kemarau.

Hamparan Tambahan

Bulan Prakiraan

7 bulan

Animasi Radar

—

Peta & Citra BMKG

Produk BMKG berupa gambar nasional: deret hari kering, peringatan kekeringan meteorologis, dan peringatan gelombang tinggi tiga hari.

Keterangan Warna

Peta Dasar

Menyiapkan…

Dari mana data ini berasal

  • Open-Meteo — cuaca, suhu, kelembapan, angin, curah hujan, kelembapan tanah. Model ECMWF/ICON/GFS. Lisensi CC BY 4.0, tanpa kunci API.
  • Open-Meteo Air Quality — PM2.5, PM10, O₃, NO₂, SO₂, CO, AQI Eropa & AS. Model CAMS Eropa/global.
  • NASA FIRMS — titik panas (hotspot) VIIRS S-NPP & NOAA-20, resolusi 375 m, pembaruan mendekati waktu nyata.
  • BMKG — prakiraan cuaca resmi per desa/kelurahan, serta katalog gempa (terkini, dirasakan, dan gempa signifikan terakhir).
  • Open-Meteo Flood (GloFAS) — debit sungai harian sebagai indikator ketersediaan air permukaan.
  • BMKG Meteorologi Maritim (maritim.bmkg.go.id) — API resmi berdokumentasi: 658 pelabuhan dan 375 wilayah perairan dengan prakiraan tinggi gelombang, angin, arus, jarak pandang, dan pasang surut, serta peta peringatan gelombang tinggi tiga hari.
  • BMKG Klimatologi — Prospek Curah Hujan — prakiraan curah hujan bulanan pada grid 0,05° (62.177 sel), digambar ulang sebagai lapisan peta dengan warna yang diambil langsung dari legenda peta resmi BMKG. Di situs BMKG produk ini terbit sebagai gambar; di sini dapat diklik per sel.
  • BMKG Klimatologi — Monitoring Hari Tanpa Hujan di ±5.000 pos hujan dengan tujuh kriteria, Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis per kabupaten/kota dalam tiga tingkat (Waspada, Siaga, Awas), beserta petanya.
  • RainViewer (rainviewer.com) — animasi radar curah hujan dari lebih dari 1.200 radar di 150+ negara, diperbarui tiap 5–10 menit. Dipakai di bawah ketentuan API gratis untuk pemakaian pribadi dan edukasi; kredit “Weather data by RainViewer” wajib ditampilkan dan tercantum pada atribusi peta.
  • BMKG Iklim & Geofisika — peta Hari Tanpa Hujan (deret hari kering, terbit tiap dasarian) dan galeri Peta Isoseismal, yaitu sebaran intensitas guncangan MMI hasil survei lapangan untuk gempa-gempa yang dikaji.
  • BMKG Aviation (web-aviation.bmkg.go.id) — 187 stasiun meteorologi bandara dengan METAR dan TAF, kategori penerbangan VFR/MVFR/IFR/LIFR, status penutupan bandara, serta poligon SIGMET peringatan cuaca signifikan termasuk abu vulkanik.
  • BMKG Inderaja — citra trajektori sebaran abu vulkanik hasil analisis satelit Himawari-9 untuk lima gunung: Anak Krakatau, Lewotobi, Semeru, Ibu, dan Dukono.
  • MAGMA Indonesia — PVMBG, Badan Geologi, ESDM (magma.esdm.go.id) — tingkat aktivitas 69 gunung api aktif dalam empat tingkat resmi (Normal, Waspada, Siaga, Awas), termasuk penanda gunung yang sedang erupsi dan yang memiliki notifikasi penerbangan VONA.
  • SiTMAT — Kementerian Lingkungan Hidup (sitmat.kemenlh.go.id) — tinggi muka air tanah gambut dari sumur pantau sungguhan: 665 titik di areal konsesi (kelas status) dan 51 stasiun AWLR yang melaporkan angka dalam sentimeter, lengkap dengan riwayat harian.

Dua lapisan air tanah, jangan tertukar

Muka Air Tanah (SiTMAT) adalah data pengukuran sungguhan dari sumur pantau milik Kementerian Lingkungan Hidup. Angka dalam sentimeter dihitung relatif terhadap permukaan tanah: nilai negatif berarti muka air berada di bawah permukaan, dan makin negatif berarti gambut makin kering serta makin mudah terbakar. Ambangnya mengikuti klasifikasi resmi — Tergenang (di atas 0 cm), Normal (−40 s.d. 0 cm), Rawan (−80 s.d. −40 cm), dan Sangat Rawan (di bawah −80 cm) — yang bersandar pada batas 40 cm dalam PP 57/2016 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Keterbatasannya: cakupannya hanya kawasan gambut di Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Papua, bukan seluruh Indonesia; dan dari 716 titik, hanya 51 stasiun AWLR yang membuka angka sentimeternya — sisanya hanya kelas status.

Kelembapan Tanah adalah lapisan proksi model, bukan pengukuran. Dihitung dari profil kelembapan tanah model ECMWF sampai kedalaman 81 cm, ditimbang menurut ketebalan lapisan, lalu digabung dengan neraca hujan 30 hari. Gunanya melengkapi SiTMAT di wilayah yang tidak punya sumur pantau — mencakup seluruh 142 kota di 38 provinsi. Nilainya berguna untuk melihat pola relatif kering–basah dan trennya, tetapi tidak boleh dipakai sebagai angka teknis untuk perizinan, desain sumur, atau kajian hidrogeologi. Untuk keperluan seperti itu, rujuk SiTMAT atau Badan Geologi.

Perlu dicatat juga: sebagian sensor SiTMAT mengirim pembacaan yang tidak masuk akal (pernah terlihat −138 bertanda satuan meter). Nilai di luar rentang −500 s.d. 200 cm tidak dipakai dalam peta maupun ringkasan; titiknya tetap ditampilkan memakai kelas status resmi, dan angka mentahnya disebutkan di panel detail.

Yang tidak tersedia dari RainViewer

API publik RainViewer hanya membuka ubin radar dan satelit. Pelacakan sel badai dan peringatan cuaca ekstrem yang ada di situs dan aplikasi mereka adalah fitur premium, tidak dibuka lewat API gratis — dan katalog peringatannya (tornado, banjir, kebakaran) bersumber dari NWS Amerika Serikat sehingga tidak mencakup Indonesia. Sebagai gantinya, aplikasi ini memakai SIGMET BMKG untuk peringatan cuaca signifikan — termasuk badai petir, abu vulkanik, turbulensi, dan siklon tropis di wilayah Indonesia.

Batas ketelitian lain

Nilai cuaca dan kualitas udara berasal dari model, bukan alat ukur di titik tersebut, sehingga bisa berbeda dari pengamatan lapangan — terutama di daerah pegunungan dan pesisir sempit. Hotspot menandakan anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit; tidak setiap titik berarti kebakaran hutan, dan tutupan awan dapat menyembunyikan kebakaran yang nyata.